Senin, 20 Juli 2009

Handphone2 "Buku Muka(fFaceBook)" Makin Banyak

Demam ponsel Facebook dinilai belum mencapai puncak. Produsen lokal pun makin banyak yang terjun di pasar ini. Lalu bagaimana vendor ponsel terkenal mengantisipasinya? Di ajang pameran Indonesia Cellular Show 2009 beberapa waktu lalu, ponsel Facebook berhasil menarik konsumen dalam jumlah besar. Konsumen menyambut antusias ponsel yang desainnya meniru handset populer BlackBerry itu.

General Manager HT Mobile Nur Amin menilai pasar ponsel Facebook dengan keyboard QWERTY jauh dari jenuh. Dari sekitar 12 juta pasar ponsel lokal, ada sekitar 3 juta ponsel dengan keyboard QWERTY. “Jika saat ini penjualan sudah mencapai ratusan ribu unit, masih ada sekitar 2 juta unit yang bisa digarap,” katanya di Jakarta.

Meskipun sudah ada produsen lokal yang masuk duluan, bukan berarti peluang sudah tertutup. Nur Amin mengakui, dalam bisnis hal biasa ada yang lebih dulu masuk. Tapi yang belakangan belum tentu lebih jelek. “Oleh karena itu agar bisa bersaing kami harus ada yang bisa diunggulkan yaitu desain, software dan bahan yang lebih baik,” katanya.

Dari segi desain Nur Amin menjelaskan, ada dua handset QWERTY yang menjadi patokan pasar, yaitu Nokia N71 atau BlackBerry Javelin. HT Mobile lebih memilih desain Nokia E71, karena di Indonesia ponsel QWERTY terbanyak adalah dari seri itu.

Tapi HT Mobile tidak ngotot memasarkan ponselnya lewat operator. Kerjasama itu memiliki segi positif karena kualitas produk diakui oleh operator. Namun dari segi negatifnya, simcard dikunci oleh operator. Padahal pada saat ini, pengguna ponsel sudah biasa memiliki lebih dari satu kartu.

Selain itu, membundel handset yang berharga mahal juga agak sulit. Hal itu karena yang belum memiliki HP adalah konsumen menengah ke bawah. Jika membundel handset yaang mahal, maka tidak ada point yang didapat operator dalam hal menambah jumlah pelanggan.

Suksesnya ponsel Facebook lokal tidak mengkhawatirkan LG. General Manager Mobile Communication Division PT LG Electronics Indonesia Usun Pringgodigdo mengatakan untuk akses jaringan sosial lewat ponsel yang utama tidak hanya keyboard QWERTY. Tapi juga berhubungan dengan fitur untuk berbagi foto dan video.

“Oleh karena itu LG lebih banyak ke aplikasi yang menyediakan akses ke konten yang lebih menarik pada konsumen tidak hanya Facebook,” katanya. Menurut Usun trend handset internet itu sudah diantipasi oleh LG. Sejak lama LG sudah menyediakan handset dengan dukungan GPRS, EDGE hingga 3G. Namun permintaan terbesar adalah handset kelas menengah dengan teknologi GPRS.

Usun menilai, permintaan handset dengan kemampuan internet akan terus naik. Hal itu didorong oleh operator yang menawarkan layanan data secara intensif. Makanya LG juga fokus di handset internet, memiliki ragam produk sangat banyak. “Meskipun Facebook tidak lagi populer, tapi handset dengan internet akan terus berkembang seiring dengan perkembangan konten di internet,” ucapnya.

Nur Amin mengatakan optimis, demam Facebook di ponsel akan masih panjang. Tapi yang lebih penting, vendor tidak memanfaatkan demam itu secara membabi buta. “Jangan hanya jual banyak, tapi layanan service centernya belum siap. Itu akan merugikan konsumen. Tentunya semua produsen ingin fenomena Facebook itu tidak hanya sebentar,” imbuhnya.

0 komentar:

Poskan Komentar